"Selamat Datang di JARBIM BLOG"

Sabtu, 05 September 2009

Keajaiban Alun-Alun Kidul dan Lor Keraton Yogyakarta

Keajaiban Alun-Alun Kidul dan Lor Keraton Yogyakarta


Mengapa orang-orang berkumpul di alun-alun? Kalau bukan di alun-alun, di mana lagi orang-orang itu menunggu sang raja miyos? Ketika raja ingin bertemu rakyatnya, untuk menyampaikan pesan, di alun-alun itulah rakyat biasanya berkumpul. Sekarang, barangkali, orang berkumpul di alun-alun tak selalu untuk mendengarkan sang raja bersabda. Sebab, berbagai kegiatan bisa berlangsung di alun-alun.

Keraton Yogyakarta juga dibangun dengan konsep menempatkan alun-alun, yang sewaktu-waktu bisa dijadikan tempat berkumpulnya banyak orang atau untuk melaksanakan sholat berjamaah. Di sebelah selatan keraton terdapat lapangan yang membentang, yang dikenal dengan Alun-alun Kidul atau Alun-alun Selatan, sedang di sebelah utara terdapat Alun-alun Lor atau Alun-alun Utara yang posisinya berada di depan keraton. Tampaknya, dari dua alun-alun ini, orang lebih mengenal Alun-alun Lor daripada Alun-alun Kidul. Apalagi perayaan tradisional Sekaten yang mengundang orang berkerumun itu selalu dilakukan di Alun-alun Lor. Meskipun begitu, baik Alun-alun Lor maupun Alun-alun Kidul sama-sama diperlukan keberadaannya.

Di Cirebon, Banten, Gresik, dan Demak, misalnya, terdapat pula alun-alun di depan keratonnya. Tapi, apakah yang membedakan antara alun-alun Keraton Yogyakarta dan alun-alun keraton di daerah lain? Simak ulasannya di majalah Kabare edisi Desember 2008.







CANTHING LAINNYA

Kotabaru, Sisa-sisa Warisan Budaya yang Hilang
Jum'at, 20 Februari 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar